Rabu, April 15, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaBerita UtamaPercepat Akses Desa Wisata, Bupati Mentawai Tinjau Ruas Jalan Madobag–Buttui–Matotonan

Percepat Akses Desa Wisata, Bupati Mentawai Tinjau Ruas Jalan Madobag–Buttui–Matotonan

Alito.id – Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana meninjau langsung ruas jalan Madobag–Buttui–Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur pendukung desa wisata di wilayah tersebut.

Peninjauan yang dilakukan pada Sabtu 24/01 untuk memastikan kesiapan pembangunan jalan yang dinilai strategis dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pengembangan potensi pariwisata berbasis budaya di Desa Matotonan.

Dalam kegiatan itu, Bupati Rinto menempuh perjalanan dari Muara Siberut menuju Madobag menggunakan kendaraan roda empat. Dari Madobag, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tiga kilometer hingga titik pertengahan Buttui–Matotonan, menyusuri ruas jalan yang belum layak dilalui kendaraan.

Bupati Rinto didampingi anggota DPRD Kepulauan Mentawai Kristinus Basir, Dandim 0319/Mentawai, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pelaksana Tugas Kepala Desa Madobag, Kepala Desa Matotonan, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Rinto menegaskan, pembangunan ruas jalan Madobag–Buttui–Matotonan akan dipercepat dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026. Hal tersebut dilakukan mengingat Desa Matotonan akan menggelar perayaan hari jadi desa yang dirangkai dengan berbagai kegiatan budaya Mentawai, termasuk pertunjukan sikerei dan pagelaran seni budaya.

“Ruas jalan ini harus siap karena akan menjadi akses utama bagi masyarakat dan tamu yang datang saat perayaan ulang tahun Desa Matotonan. Ini juga bagian dari komitmen kita menjadikan Matotonan sebagai desa wisata berbasis budaya,” ujar Rinto.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan para kepala desa agar memastikan tidak ada persoalan ganti rugi lahan saat proses pembangunan berlangsung. Ia meminta adanya kesepahaman dengan masyarakat sebelum alat berat diturunkan, terutama terkait tanaman warga yang terdampak pekerjaan jalan.

“Jangan sampai di tengah pekerjaan muncul tuntutan ganti rugi. Semua harus dibicarakan dan disepakati sejak awal demi kelancaran pembangunan,” kata Rinto.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap pembangunan jalan tersebut dapat membuka akses ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendukung pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya lokal di pedalaman Siberut.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Populer

Recent Comments