ALITO – Dua peselancar muda asal Kabupaten Kepulauan Mentawai berhasil meraih prestasi gemilang di kejuaraan kelas dunia bertajuk, World Surf League (WSL) Qualifying Series (QS) 6000 Nias Pro 2025.
Dua peselancar muda tersebut adalah Dylan Wilcoxen yang tampil pada kategori Men’s Shortboard, dan Kya Jo Heuer yang tampil di kategori Women’s Shortboard.
Sejak awal kompetisi, kedua peselancar tersebut tampil impresif. Dylan yang mendominasi pada kategori Men’s Shortboard bahkan berhasil mengalahkan peselancar asal Australia Lennix Smith.
Pada babak final, Dyan mencatatkan skor 7.50 dan 5.33, sedangkan lawannya Lennix, hanya mengumpulkan skor 5.93 dan 4.17.
Begitu pula dengan Kya yang juga tampil impresif hingga babak perempat final. Namun sayang, kondisi ombak yang kecil dan pasang tinggi menyulitkan Kya untuk bermanuver di permukaan air.
Sehingga ketika babak semifinal, ia harus menelan kekalahan dari peselancar asal Australia, Lucy Darragh. Kendati demikian, Kya berhasil menutup kompetisi di posisi equal third.
Selama kompetisi ini, raihan poin 3.660 di Nias Pro membawa Kya melonjak drastis dari posisi 32 ke peringkat 5 Asia. Setelah dua seri WSL QS, yakni Krui Pro dan Nias Pro, Kya kini mengantongi total 4.140 poin.
Gelar juara ini memberikan tambahan 6.000 poin dan langsung mengantarkan Dylan ke peringkat 1 Asia dengan total 7.728 poin. Sebelumnya, di ajang Krui Pro, Dylan masih berada di posisi 6 Asia.
Dengan torehan poin tersebut, Dylan hanya perlu mengikuti satu event QS 6000 lagi untuk mengunci tiket menuju Challenger Series.
Kompetisi tersebut merupakan kasta kedua tertinggi dalam rangkaian tur WSL, yang menjadi gerbang menuju elite dunia selancar profesional.
Capaian Dylan dan Kya menjadi bukti bahwa peselancar muda dari Mentawai tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga tampil sebagai yang terbaik di level internasional.
Dukungan dari keluarga, pelatih, dan Pengurus Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Sumbar menjadi fondasi kuat atas konsistensi dan semangat juang keduanya.
Secara khusus, Ketua PSOI Sumbar, Harry Algamar mengapresiasi orang tua para peselancar yang rutin menerjun putra-putri mereka ke berbagai kompetisi surfing.
“Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam dengan support maksimal dari Papa Ray, Mama Sepni dengan Kandui Resortnya dan Mama Aii dengan Kandui Villasnya yang selalu rutin mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk mengikuti berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional,” kata Harry.
Dengan dukungan tersebut sebut Harry, mampu meningkatkan kualitas atlet di bawah naungan kontingen Sumatera Barat.
“Dukungan itu membuat tim PSOI Sumbar memiliki jam terbang yang semakin meningkat, dalam mengasah skil surfing mereka.”
“Terbukti dengan terpilihnya Dylan sebagai atlet perwakilan Indonesia di ajang Asian Youth Games 2026, dan Youth Olimpic Games 2027,” pungkasnya.(*)




