Sebanyak 21 Aparatur Sipil Negara (ASN) guru yang telah memenuhi persyaratan dilantik secara resmi sebagai Kepala Sekolah pada berbagai satuan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Pelantikan langsung dipimpin oleh Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, di Ruang Aula Sekretariat Daerah pada Rabu (11/5).
Dalam sambutannya, Bupati Rinto Wardana menegaskan bahwa proses pengangkatan dan pelantikan ini sepenuhnya mengikuti sistem nasional yang objektif, bukan berdasarkan preferensi pribadi atau pertimbangan politik.

“Pelantikan ini berlangsung bukan ditentukan oleh saya, melainkan oleh sistem yang kita ikuti, karena sistem ini berasal dari pusat mulai dari BKN Provinsi,” tegas Rinto di hadapan para kepala sekolah baru dan undangan.
Ia menekankan bahwa promosi jabatan ini murni berdasarkan merit system, yaitu menempatkan orang yang tepat berdasarkan kualifikasi dan kapabilitasnya pada posisi yang tepat. Bupati mengaku tidak melakukan intervensi dalam proses seleksi, meski mengakui ada pihak yang mempertanyakan atau memprotes hasilnya.
“Apa yang diperoleh hari ini bukan semata-mata karena saya suka atau tidak, siapa yang dipromosikan, siapa yang mendapatkan jabatan itu. Saya juga tidak pernah mengintervensi. Bahkan banyak yang protes, kenapa harus mereka yang dilantik?” ujar Rinto.

Ia membantah bahwa keputusannya dipengaruhi politik. “Saya membantah pertanyaan itu bahwa ini adalah sistemnya, bukan saya yang menentukan, bukan juga karena politik,” tegasnya.
Ia meyakinkan bahwa para kepala sekolah yang terpilih telah melalui proses seleksi yang ketat dan memenuhi syarat.
“Apakah kepala sekolah yang dilantik hari ini adalah tepat? Karena sistem yang menyatakan demikian adalah tepat dari segi kualifikasi kapabilitas, itu sudah tersistem. Jadi bukan saya yang menentukan, tekan prosesnya juga sudah Bapak Ibu lewati semua.”


Soroti Masalah Pendidikan dan Ancaman Kekerasan Seksual pada Anak
Di tengah momen pelantikan, Bupati Rinto menyampaikan keprihatinan mendalam tentang kondisi pendidikan di Mentawai. Ia mengakui bahwa dunia pendidikan setempat sedang menghadapi tantangan serius.
“Saya perlu menyampaikan tegas bahwa problem permasalahan pendidikan kita saat ini sedang tidak baik-baik saja,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa dalam tiga bulan lebih masa jabatannya, telah terjadi beberapa kali persoalan tindak pidana, termasuk kasus kekerasan seksual terhadap anak.
“Saya perlu mengingatkan kepada Bapak Ibu bahwa selama tiga bulan lebih saya menjabat, sudah beberapa kali terjadi persoalan tindak pidana, kekerasan seksual pada anak. Bupati tegaskan harus kita berantas itu semua!” serunya dengan penuh tekanan.
Bupati Rinto menyampaikan harapan besar kepada para kepala sekolah yang baru dilantik untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di sekolah mereka. “Bupati berharap Bapak Ibu yang dilantik hari ini, tidak ada kejadian itu di sekolah Bapak Ibu.”
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah yang lebih luas, tidak hanya membina anak saat di sekolah, tetapi juga menjalin komunikasi yang erat dengan orang tua murid. Terutama mengingat kondisi geografis dan sosial Mentawai, di mana mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan, sehingga orang tua seringkali tidak selalu berada di rumah.
“Pembinaan kita kepada anak didik bukan hanya ketika mereka ada di sekolah, tetapi juga di lingkungan. Komunikasi kita kepada orang tua murid itu penting untuk dilakukan. Karena kondisi di Mentawai dengan mayoritas penduduknya petani dan nelayan, maka orang tua tidak selalu ada di rumah atau di dekat anak-anaknya. Maka dari itu, kita inilah yang punya kapasitas kemampuan untuk bisa melihat kondisi ataupun mengontrol anak-anak itu,” jelas Rinto.
Ia berpesan, “Maka saya berharap Bapak Ibu harus peka terhadap persoalan ini, sehingga anak-anak kita bisa selamat atau terhindar dari pelecehan seksual.”
Di akhir sambutannya, Bupati Rinto menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Mentawai. Ia menyebut sedang berupaya mewujudkan program prioritas presiden di bidang pendidikan, yaitu menghadirkan Sekolah Garuda di Kepulauan Mentawai.
Selain Sekolah Garuda, Pemerintah Kabupaten juga akan berupaya keras agar anak-anak Mentawai memiliki kesempatan untuk masuk ke sekolah-sekolah unggul di tingkat yang lebih tinggi.
“Bupati menyampaikan bahwa pemerintah sekarang sedang berupaya bagaimana program prioritas presiden di bidang pendidikan yaitu Sekolah Garuda bisa hadir di Kepulauan Mentawai. Selain Sekolah Garuda, Bupati menyampaikan akan berupaya bagaimana anak-anak Mentawai bisa masuk di sekolah-sekolah unggul, karena Mentawai sangat membutuhkan itu,” pungkasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola pendidikan di Mentawai yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada perlindungan anak serta peningkatan mutu.





