Tuapejat, Alito.id — Fraksi PDI Perjuangan dalam Sidang Pemandangan Umum Fraksi DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai (10 Juni 2025) menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam Rancangan RPJMD 2025–2029 Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pemerintah daerah menyambut pandangan itu dengan sejumlah strategi komprehensif.
Dalam jawaban resmi Bupati Rinto Wardana, disebutkan bahwa pemerintah akan mendorong peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dengan menggenjot investasi di sektor unggulan seperti pariwisata, perkebunan, perikanan, dan jasa. Hal ini diperkuat dengan hadirnya Peraturan Bupati Nomor 17 Tahun 2022 yang memberikan insentif dan kemudahan investasi.
Tak hanya itu, upaya peningkatan kesejahteraan juga dilakukan melalui pelatihan keahlian dan hilirisasi komoditas unggulan. Komoditas seperti pisang, sagu, dan ikan akan diolah menjadi produk bernilai tambah seperti tepung dan olahan ikan. Pembangunan industri pengolahan pun masuk dalam agenda prioritas.
Untuk mendistribusikan kesejahteraan secara adil, strategi besar yang disiapkan mencakup kebijakan fiskal yang inklusif, peningkatan akses terhadap pendidikan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan penguatan perlindungan sosial. Pemerintah juga berkomitmen memastikan program pembangunan dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.
Menjawab tantangan penurunan kemiskinan, Pemkab merancang lima langkah strategis: perlindungan sosial inklusif, jaminan akses layanan dasar, pemberdayaan ekonomi, pembangunan yang pro-masyarakat miskin, serta pelibatan aktif warga dalam pembangunan lokal.
Dalam kerangka tata kelola pemerintahan, Bupati menekankan pentingnya evaluasi kinerja dan peningkatan kualitas layanan publik. Pemerintah juga berfokus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan Badan Pendapatan Daerah, sebagai pilar kemandirian fiskal.







